Category Archives: Investasi

Analisa Fundamental Saham-PER

Ini merupakan rasio yang digunakan untuk menghitung tingkat pengembalian modal yang diinvestasikan pada suatu saham atau menghitung kemampuan suatu saham dalam menghasilkan laba.

Cara menghitung PER
Market value /EPS
Tujuan dari metode analisis ini adalah untuk memprediksi kapan atau berapa kali laba yang dihasilkan perusahaan dibandingkan dengan harga sahamnya pada periode tertentu. Metode ini bisa juga dipakai untuk memperkirakan jangka waktu pengembalian modal investasi yang telah/akan ditanamkan pada suatu saham Baca lebih lanjut

Jenis Perdagangan di Bursa Efek

Perdagangan dibagi ke dalam 3 segmen pasar yaitu

  1. Reguler trading, yang dipilih oleh investor utuk memperoleh harga yang terbaik, karena harga pada pasar reguler dibentuk sesuai dengan mekanisme pasar (continous auction market)
  2. Non reguler trading, dipilih oleh investor yang ingin membeli dan menjual efek dalam jumlah dan harga sesuai dengan keinginan mereka. Non regular trading tidak melakukan tawar-menawar seperti paa regular trading (negotiated system). Perdagangan dilaksanakan pada papan dan harga yangterpisahkan dan ditentukan sesuai dengan harga terakhir perdagangan regular

Non regular trading antara lain:

1) Block trading , perdagangan dalam jumlah besar antara anggota bursa dalam jumlah minimum 200.000 saham

2) Crossing atau perdagangan tutup sendiri, dilaksanakan oleh anggota bursa yang memiliki order jual dan order beli pada harga dan jumlah yang sama dengan cara melampirkan copy bukti pesanan dari nasabahnya Baca lebih lanjut

Short Selling

Short selling terjadi jika seseorang menjual kepada pihak lainnya sesuatu yang belum dimilikinya dengan harapan pembelian dari item tersebut nantinya akan lebih murah pada saat penyerahannya. Pihak yang menjual sekuritas secara short biasanya dapat meminjam sekuritas yang akan diserahkan dari pialang (broker) karena brokerage house banyak memegang saham-saham nasabah mereka

Setelah posisi short ditentukan, penjual short memebli sekuritas di pasar untuk mengganti sekuritas yang dipinjamn dari pialang. Jika harga sekuritas dibeli dengan harga lebih murah daripada harga jual dengan short, penjual short memperoleh keuntungan dari penurunan harga tersebut Baca lebih lanjut

Konsep Margin Trading

Margin trading diatur berdasarkan surat edaran Bank Indonesia Se No 23/23 UD tanggal 23 Februari 1991 berkaitan dengan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No 23/74/KEP/DIR tanggal 28 Februari 1991

Margin Trading diartikan sebagai transaksi jual beli valuta asing yang tidak diikuti dengan pergerakan dana dan yang diperhitungkan sebagai keuntungan atau kerugian adalah selisih bersihantara harga jual/beli atau jenis valuta pada saat tertentu dengan harga jual/beli valuta yang bersangkutan pada akhir masa transaksi

Dalam surat edaran tersebut dijelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan margin trading, antara lain: Baca lebih lanjut

Obligasi Konversi (Convertible Bond)

Obligasi konversi biasanya memberikan bunga kupon yang lebih rendah dari obligasi non-konversi. Keuntungan bagi pemegang obligasi konversi adalah kesempatan menukar obligasinya menjadi saham biasa perusahaan penerbitnya. Dengan dikonversikannya obligasi menjadi saham biasa, maka utang akibat obligasi akan berubah menjadi penyertaan modal (equity).

Stock Split, Stock Dividend dan Saham Bonus

Berikut adalah penjelasan daripada istilah stock split, stock dividen dan saham bonus

Stock split adalah aksi yang dilakukan perusahaan dengan memecah nilai nominal saham, sehingga harga saham akan menjadi lebih murah dan jumlah saham yang beredar menjadi meningkat. Diharapkan saham tersebut lebih menarik bagi investor sehingga menjadi liquid atau ramai diperdagangkan

Stock dividend adalah aksi yang dilakukan oleh perusahaan dengan membagikan sejumlah saham sebagai dividen sebagai pengganti dividen tunai. Jumlah saham yang beredar menjadi meningkat. Harga saham akan menjadi turun akibat bertambahnya jumlah saham yang beredar. Baca lebih lanjut

Warrant, HMETD dan Saham Preferen

Perbedaan warrant, rights dan saham preferen adalah sebagai berikut:

Warrant merupakan hak bagi pemilknya untuk membeli saham biasa sebuah perusahaan pada harga tertentu dan waktu tertentu pula. Bersifat independen (dapat diperdagangkan secara terpisah dari saham induknya). Tidak memiliki hak suara dan tidak mendapatkan dividen.

Right/HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) pada prinsipnya sama dengan warrant. Hanya saja, hak ini diberikan kepada pemegang saham lama yang tercatat hingga ‘cum date’

Saham preferen adalah saham yang tidak memiliki hak suara, tetapi memiliki hak prioritas atas dividen dibandingkan dengan saham biasa.