Overview Reksadana 2009

16 08 2009

Tak terasa sudah setahun berlalu sejak efek subprime mortgage crisis menghantam negeri yang kita cintai ini, dimana dampaknya terhadap reksadana-reksadana sangat massif dan mengerikan terutama bagi mereka yang memegang portfolio reksadana saham dimana sepanjang tahun 2008 terjadi penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB)  sebesar 45%, reksadana campuran (campuran saham dan obligasi) tidak kalah sialnya yaitu turun sebesar 38%, reksadana yang “cukup tahan banting” terhadap krisis ini adalah reksadana pendapatan tetap dan tentu saja reksadana terproteksi yang memberikan proteksi terhadap Nilai pokok reksadana.

Mengapa Terjadi Penurunan Nilai Yang Cukup Signifikan Terhadap Reksadana Saham ?

Terjadinya penurunan nilai terhadap reksadana saham dikarenakan banyaknya manajer investasi yang mengambil portofolio di saham-saham Bakrie (Bakrie 7) yaitu diantaranya Bumi Resources (BUMI), Bakrieland Development (ELTY), Bakrie and Brothers (BNBR), Bakrie Sumatra Plantations (UNSP), dan Bakrie Telecomm (BTEL). Saham BUMI boleh dibilang adalah saham sejuta umat, hampir semua manajer investasi memiliki Baca entri selengkapnya »





3 Tipe Reksadana

16 03 2008

Pada umumnya semua reksadana mempunyai kesamaan di dalam struktur, tetapi berbeda dalam tujuan. Beberapa reksadana menekankan keamanan dan kestabilan, sedangkan yang lain menekankan pendapatan teratur dan yang lainnya untuk pertumbuhan jangka panjang.

Oleh karena itu, hal yang penting adalah menetapkan tujuan kita sebelum memilih suatu reksa dana adalah:

Pertama, Reksa Dana Berpendapatan Tetap (Fixed Income Fund) bersifat lebih stabil, yaitu reksa dana yang berinvestasi pada instrumen fixed income yang berkualitas baik, seperti Sertifikat Deposito (CD), Commercial Paper (CP) dan sertifikat obligasi yang dikeluarkan perusahaan swasta, BUMN, pemerintah. Instrumen-instrumen tersebut memberikan tingkat suku bunga lebih tinggi dibandingkan tabungan bank, namun tetap bersifat konservatif. Reksa dana berpendapatan tetap cocok untuk orang yang ingin berinvestasi jangka pendek atau yang tida ingin mengambil risiko akan kehilangan sebagian nilai nvestasinya. Namun kita tidak dapat berharap mendapatkan keuntungan besar apabila mempertimbangkan tingkat inflasi per tahun.

Baca entri selengkapnya »








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.