Mewaspadai Investasi Yang Berisiko

Seiring dengan semakin banyaknya perusahaan investasi yang mengimingi-imingi masyarakat dengan keuntungan yang menggiurkan, berikut ini tips untuk mewaspadai investasi yang bersumber dari situs otoritas jasa keuangan (www.ojk.go.id), sebagai berikut:

Tip Aman Berinvestasi
1. Ketahui kebutuhan keuangan di masa yang akan datang.
2. Masyarakat wajib memahami produk keuangan yang ditawarkan kepadanya.
3. Pahami risiko produk keuangan yang ditawarkan.
4. Bila ada tawaran investasi dengan iming-iming hasil yang tinggi dan di luar kewajaran, konsumen sebaiknya menghindari investasi tersebut, karena selain berisiko tinggi, tidak dijamin pemerintah.
5. Jika masyarakat atau konsumen ragu, sebaiknya bertanya.

Hasil gambar untuk investasi bodong

Karakteristik Investasi Yang Perlu Diwaspadai Lanjutkan membaca “Mewaspadai Investasi Yang Berisiko”

Asuransi Kredit

Asuransi Kredit merupakan proteksi yang diberikan Asuransi selaku “Penanggung” kepada Bank/Lembaga Keuangan Non Bank selaku “Tertanggung” atas risiko kegagalan Debitur di dalam melunasi fasilitas kredit atau pinjaman tunai (cash loan) yang diberikan oleh Bank/Non Bank. Bersifat bi-party agreement antara Bank/Non Bank dengan Perusahaan Asuransi . Dalam hal ini Debitur tidak termasuk para pihak dalam perjanjian pertanggungan Asuransi atas kredit yang disalurkan Bank / Non Bank kepada Debitur.

Hasil gambar untuk credit insurance

Manfaat asuransi  kredit antara lain sebagai berikut: Lanjutkan membaca “Asuransi Kredit”

Bank Garansi (Bank Guarantee)

Bank Garansi (BG) merupakan fasilitas pinjaman tidak langsung/non direct loan dimana Bank memberikan jaminan kepada penerima jaminan (pihak ketiga) bahwa nasabah/calon debitur sanggup untuk memenuhi kewajibannya kepada Pihak Ketiga. Manfaat BG bagi bank tentunya sebagai sarana penghimpunan dana  murah melalui setoran jaminan maupun meningkatkan fee based income.

Hasil gambar untuk bank guarantee

Beberapa jenis Bank Garansi yang diterbitkan oleh Bank antara lain sebagai berikut: Lanjutkan membaca “Bank Garansi (Bank Guarantee)”

Relaksasi Kebijakan LTV Bank Indonesia

Bank Indonesia melalui kebijakannya yakni Peraturan Bank Indonesia No.18/16/2016 tentang Rasio Loan to Value untuk Kredit Properti, Rasio Financing to Value untuk Pembiayaan Properti dan Uang Muka untuk Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor, bahwa BI kembali memberikan pelonggaran di bidang makroprudensial melalui relaksasi ketentuan Loan to Value Ratio (LTV) dan Financing to Value Ratio (FTV) bagi kredit atau pembiayaan properti dimana relaksasi kebijakan ini diberikan untuk rumah tapak, rumah susun, dan ruko melalui mekanisme inden dengan pengaturan pencairan kredit atau pembiayaan bertahap sesuai progress pembangunan.

Hasil gambar untuk ltv bank indonesia

Secara umum, pelonggaran makroprudensial LTV meliputi dua hal yaitu penurunan pembayaran down payment dan juga penurunan tiering untuk rumah pertama, kedua, dan seterusnya. Untuk down payment pada bank konvensional Bank Indonesia menurunkan sebesar 5% dari sebelumnya 20% menjadi 15%. Sementara itu untuk bank syariah, pembayaran down payment ditetapkan sebesar minimal 10%. Selain itu, tiering kredit rumah juga diturunkan sebesar 5% dari sebelumnya pada angka 10%.

Untuk mendorong kredit perbankan, Bank Indonesia juga menaikkan batas bawah Loan to Financing Ratio terkait  Giro Wajib Minimum (GWM-LFR) dari 78% menjadi 80%, dengan batas atas tetap sebesar 92%. Ketentuan di bidang makroprudensial tersebut mulai diberlakukan pada Agustus 2016.

Sumber: Bisnis.com