Asuransi Kredit

Asuransi Kredit merupakan proteksi yang diberikan Asuransi selaku “Penanggung” kepada Bank/Lembaga Keuangan Non Bank selaku “Tertanggung” atas risiko kegagalan Debitur di dalam melunasi fasilitas kredit atau pinjaman tunai (cash loan) yang diberikan oleh Bank/Non Bank. Bersifat bi-party agreement antara Bank/Non Bank dengan Perusahaan Asuransi . Dalam hal ini Debitur tidak termasuk para pihak dalam perjanjian pertanggungan Asuransi atas kredit yang disalurkan Bank / Non Bank kepada Debitur.

Manfaat asuransi  kredit antara lain sebagai berikut: Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Perbankan | Meninggalkan komentar

Bank Garansi (Bank Guarantee)

Bank Garansi (BG) merupakan fasilitas pinjaman tidak langsung/non direct loan dimana Bank memberikan jaminan kepada penerima jaminan (pihak ketiga) bahwa nasabah/calon debitur sanggup untuk memenuhi kewajibannya kepada Pihak Ketiga. Manfaat BG bagi bank tentunya sebagai sarana penghimpunan dana  murah melalui setoran jaminan maupun meningkatkan fee based income.

Beberapa jenis Bank Garansi yang diterbitkan oleh Bank antara lain sebagai berikut: Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Perbankan | Tag , | Meninggalkan komentar

Relaksasi Kebijakan LTV Bank Indonesia

Bank Indonesia melalui kebijakannya yakni Peraturan Bank Indonesia No.18/16/2016 tentang Rasio Loan to Value untuk Kredit Properti, Rasio Financing to Value untuk Pembiayaan Properti dan Uang Muka untuk Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor, bahwa BI kembali memberikan pelonggaran di bidang makroprudensial melalui relaksasi ketentuan Loan to Value Ratio (LTV) dan Financing to Value Ratio (FTV) bagi kredit atau pembiayaan properti dimana relaksasi kebijakan ini diberikan untuk rumah tapak, rumah susun, dan ruko melalui mekanisme inden dengan pengaturan pencairan kredit atau pembiayaan bertahap sesuai progress pembangunan.

Secara umum, pelonggaran makroprudensial LTV meliputi dua hal yaitu penurunan pembayaran down payment dan juga penurunan tiering untuk rumah pertama, kedua, dan seterusnya. Untuk down payment pada bank konvensional Bank Indonesia menurunkan sebesar 5% dari sebelumnya 20% menjadi 15%. Sementara itu untuk bank syariah, pembayaran down payment ditetapkan sebesar minimal 10%. Selain itu, tiering kredit rumah juga diturunkan sebesar 5% dari sebelumnya pada angka 10%.

Untuk mendorong kredit perbankan, Bank Indonesia juga menaikkan batas bawah Loan to Financing Ratio terkait  Giro Wajib Minimum (GWM-LFR) dari 78% menjadi 80%, dengan batas atas tetap sebesar 92%. Ketentuan di bidang makroprudensial tersebut mulai diberlakukan pada Agustus 2016.

Sumber: Bisnis.com

Dipublikasi di Perbankan | Meninggalkan komentar

Mengenal Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (Credit Bureau)

Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No.15/1/PBI/2013 tentang Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan Bahwa:

  1. Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan yang selanjutnya disingkat LPIP adalah lembaga atau badan yang menghimpun dan mengolah data kredit dan data lainnya untuk menghasilkan informasi perkreditan
  2. Informasi Perkreditan adalah produk dan/atau layanan yang dihasilkan oleh LPIP secara tertulis, lisan, atau dengan metode lainnya, yang bersumber dari data kredit dan data lainnya yang dimiliki oleh LPIP

Parameter Penilaian

Informasi perkreditan baik yang bersifat individual maupun agregat wajib memuat antara lain: Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Perbankan | Tag , , | 1 Komentar

Mengenal Branchless Banking

Pada prinsipnya branchless banking dapat dikatakan sebagai strategi distribusi yang digunakan bank dalam memperluas pemberian layanan keuangan kepada nasabah tanpa melalui kantor bank. Sementara dalam konsep keuangan inklusif, branchless banking merupakan kegiatan layanan jasa sistem pembayaran dan keuangan yang dilakukan tanpa melalui kantor fisik bank, namun dengan menggunakan sarana teknologi dan/atau jasa pihak ketiga terutama untuk melayani masyarakat unbanked.bb1 Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Perbankan | Tag | Meninggalkan komentar

Loan Refinancing

Loan Refinancing atau pembiayaan kembali hutang yang ada (existing loan) diganti dengan hutang yang baru (new loan) merupakan salah satu hal lumrah dilakukan khususnya bagi para pihak khususnya pengusaha yang telah biasa menggunakan fasilitas bank dalam berbagai keperluan bisnisnya.refinance

Motif refinancing sangat bervariasi, antara lain sbb:

(1) suku bunga yang lebih rendah daripada fasilitas kredit sebelumnya, dengan suku bunga yang lebih rendah tentunya biaya bunga yang dibayarkan akan berkurang.

(2) dengan fasilitas tenor/jangka waktu yang lebih panjang, tentunya menyebabkan cicilan yang dibayarkan akan lebih rendah dengan asumsi tenor kredit fasilitas terdahulu lebih pendek Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Perbankan | Tag | Meninggalkan komentar