Konsep Margin Trading

Margin trading diatur berdasarkan surat edaran Bank Indonesia Se No 23/23 UD tanggal 23 Februari 1991 berkaitan dengan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No 23/74/KEP/DIR tanggal 28 Februari 1991

Margin Trading diartikan sebagai transaksi jual beli valuta asing yang tidak diikuti dengan pergerakan dana dan yang diperhitungkan sebagai keuntungan atau kerugian adalah selisih bersihantara harga jual/beli atau jenis valuta pada saat tertentu dengan harga jual/beli valuta yang bersangkutan pada akhir masa transaksi

Dalam surat edaran tersebut dijelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan margin trading, antara lain:

  1. Margin deposit adalah deposito yang khusus digunakan untuk menutup kerugian-kerugian yang mungkin timbul karena transaksi margin
  2. Maintenance margin adalah jumlah margin deposit yang dipergunakan sebagai batas keharusan untuk melakukan margin call
  3. Margin call adalah pemberitahuan mengenai tambahan setoran untuk memenuhi minimum margin deposit yang telah disepakati dalam kontrak
  4. Open position (posisi yang masih terbuka) adalah posisi valuta dasar (base currency) transaksi yang masih terbuka
  5. Squaring adalah tindakan menutup atas posisi yang masih terbuka
  6. Historial rate adalah cara perhitungan yang didasarkan atas kurs awal suatu transaksi untuk menentukan kerugian atau keuntungan transaksi

7. Mark to market rate adalah cara perhitungan yang didasarkan atas    kurs pasar pada setiap hari kerja bagi posisi  yang masih terbuka untuk menentukan kerugian atau keuntungan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s