Money Laundering

Money Laundering atau tindak pidana pencucian uang adalah proses menyamarkan uang hasil kejahatan atau tindak pidana sehingga tidak terlacak sumber asalnya, kejahatan money laundering ini akan merusak kerangka bisnis dan keuangan karena modus operandi pencucian uang sebagian besar adalah ditujukan ke bank dan lembaga keuangan lainnya. Globalisasi perkembangan teknologi sistem keuangan dan lemahnya sistem hukum memungkinkan transaksi lintas batas negara menjadi lebih mudah sehingga kegiatan money laundering semakin merajalalela, prihatin akan dampak dari money laundering yang semakin meluas, maka dalam pertemuan G7 di Paris pada tahun 1989 di Paris dibentuklah The Financial Action Task Force on Money Laundering (FATF). Tujuannya adalah melindungi atau menutupi aktifitas kriminal dan menyembunyikan asal-usul uang hasil kejahatan sehingga dapat dinikmati dan digunakan secara bebas.

Proses Money Laundering, terdiri atas tiga tahapan yaitu placement, integration dan layering

a. Placement

Upaya menempatkan dana hasil tindak pidana kedalam sistem keuangan. Kegiatan placement ini dapat dilakukan dalam berbagai cara, antara lain:

  • Memecah-mecah setoran menjadi nominal yang lebih kecil
  • Menempatkan dana pada bank dalam bentuk instrumen moneter

b. Layering

Upaya memindahkan hasil tindak pidana melalui beberapa tahap transaksi keuangan dengan tujuan untuk menyamarkan asal-usul dana, misalnya:

  • Transfer dana dari satu bank ke bank lain antar wilayah/negara
  • Penggunaan simpanan tunai sebagai agunan untuk mendukung transaksi

c. Integration

Dana hasil tindak pidana yang telah melalui tahap placement dan layering sehingga tampak sah kemudian diinvestaskan ke berbagai bentuk usaha atau bisnis yang legal atau kembali digunakan untuk membiayai tindak pidana.

High Risk Countries

Bidang usaha yang digolongkan mempunyai risiko tinggi sebagai sarana pencucian uang antara lain adalah:

  • Bisnis hiburan malam
  • Biro perjalanan (Travel Agent)
  • Perdagangan permata (jewellery dealers)
  • Perusahaan export-import
  • Broker/Agen Real Estate
  • Perjudian
  • Bisnis Multi Level Marketing
  • Bisnis obat terlarang
  • Bisnis yang bersifat spekulatif (saham/valas)

High Risk Customer

Nasabah yang digolongkan mempunyai risiko tinggi sebagai pelaku atau ikut serta dalam kegiatan pencucian yang antara lain adalah:

  • Nasabah dari negara yang termasuk dalam daftar NCCTs
  • Nasabah dari negara yang tingkat korupsinya tinggi
  • Nasabah dari negara yang diindikasikan terlibat dalam pembiayaan terorisme
  • Nasabah dari negara penghasil obat terlarang/narkotika
  • Publik figure
  • Pejabat penyelenggara negara
  • Nasabah yang masuk dalam organisasi terlarang

9 thoughts on “Money Laundering

  1. jadi money laundring itu penyimpanan uang yang bukan hak nya ke dalam instrumen2 ekonomi ya mas.
    guna menyulitkan pihak penyidik untk mngtahui asal usul uang tsb.

  2. Perkembangan TI berimbas ke seluruh aspek kehidupan
    termasuk dunia kriminal
    perkembangan IPTEK harus selalu diimbangi dengan kuatnya IMTAQ
    SALAM KENAL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s