Komponen Penilaian TKS KJKS dan UJKS

Menyambung dari post sebelumnya, detail komponen penilaian TKS bagi KJKS dan UJKS sebagai berikut:

1. Komponen Permodalan, diukur melalui
a. Rasio permodalan, yaitu perbandingan antara modal sendiri dengan total modal (bobot 5%);
b. Rasio kecukupan modal, yaitu perbandingan antara modal tertimbang dengan ATMR (Aktiva Tertimbang Menurut Risiko) (bobot 5%)

2. Komponen Kualitas Aktiva Produktif (KAP), diukur melalui tiga rasio sebagai berikut:
a. Rasio pembiayaan non performing, yaitu perbandingan jumlah pembiayaan dan piutang bermasalah dengan jumlah piutang dan pembiayaan (bobot 10%);
b. Rasio porftolio pembiayaan berisiko, yaitu perbandingan jumlah portfolio berisiko dengan jumlah piutang dan pembiayaan (bobot 5%); dan
c. Rasio Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP), yaitu perbandingan PPAP dengan PPAP yang wajib dibentuk (PPAPWD) (bobot 5%)

3. Komponen Manajemen
Terdiri dari lima penilaian yaitu (1) manajemen umum, (2) kelembagaan, (3) manajemen permodalan, (4) manajemen aktiva dan (5) manajemen likuiditas seluruh komponen penilaian ini berbobot 15%.

4. Komponen Efisiensi, terdiri dari tiga rasio sebagai berikut:
a. Rasio biaya operasional pelayanan terhadap partisipasi bruto (bobot 4%)
b. Rasio aktiva tetap terhadap total aset (bobot 4%)
c. Rasio efisiensi staf, yaitu perbandingan antara jumlah mitra pembiayaan dengan jumlah staf (bobot 2%)

5. Komponen Likuiditas, terdiri dari dua rasio sebagai berikut:
a. Cash Ratio, yaitu perbandingan (kas dan bank) dengan kewajiban lancar–bobot 10%
b. Loan to Deposit Ratio, yaitu perbandingan total pembiayaan terhadap dana yang diterima (bobot 5%)

6. Komponen Kemandirian dan Pertumbuhan, terdiri dari tiga rasio sebagai berikut:
a. Rentabilitas Aset, merupakan perbandingan SHU sebelum nisbah, zakat dan pajak dengan total aset (bobot 3%)
b. Rentabilitas Modal Sendiri, merupakan perbandingan SHU bagian anggota dengan total modal sendiri (bobot 3%)
c. Kemandirian Operasional Pelayanan, merupakan perbandingan pendapatan usaha dengan biaya operasional pelayanan (bobot 4%)

7. Komponen Jatidiri Koperasi, terdiri dari dua rasio sebagai berikut:
a. Rasio Partisipasi Bruto, merupakan perbandingan jumlah partisipasi bruto dengan (jumlah partisipasi bruto ditambah transaksi non anggota)– bobot 5%
b. Rasio Partisipasi Ekonomi Anggota, merupakan perbandingan (MEP+SHU bagian anggota) dengan (total simpanan pokok + simpanan wajib) — bobot 5%

8. Komponen Kepatuhan Prinsip Syariah
Mengukur kepatuhan KJKS dan UJKS atas pelaksanaan prinsip-prinsip syariah, bobot penilaian 10%

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s