Prospek Investasi Reksadana Saham 2011

Masih teringat di benak penulis, ketika impact krisis perumahan di AS sempat menyebabkan IHSG menjadi relatif tidak bergairah, dan banyaknya saham-saham bluechip yang mengalami koreksi yang cukup dalam walaupun mempunyai fundamental yang kuat.

Seiring dengan berjalannya waktu, indeks sempat mendekati level psikologis yaitu Rp 3.000 waktu itu, banyaknya pengamat yang pesimis indeks akan rally ke arah lebih tinggi dari level tersebut, Apa daya banyak pengamat yang harus menjilat ludah mereka sendiri ketika bulan ini (Oktober) indeks sudah menembus angka 3.600 an, menuju level psikologis yang baru yaitu 4.000.

Dengan membaiknya nilai IHSG juga semakin banyak para manajer investasi yang mengklaim nilai return terutama untuk reksadana saham merekalah yang terbaik, dan berlomba-lomba untuk menyarankan bahwa investasi saham merupakan investasi yang sangat menguntungkan (dengan disertai data return kelolaan mereka yang mencapai sebesar 100% per tahun), saya kira masyarakat perlu lebih arif dalam mencermati data tersebut dikarenakan:

Banyak NAB (Nilai Aktiva Bersih)/NAV (Net Asset Value) para MI (Manager Investasi) (kalau tidak seluruh MI) yang mencatatkan nilai return yang negatif pada periode krisis perumahan yang mana nilai ini cenderung stagnan kurang lebih setahun, reksadana campuran juga mencatatkan rata-rata loss sebesar 25%, sedangkan reksadana saham rata-rata loss sebesar 45%, padahal waktu itu banyaknya pengamat pasar modal yang sangat meyakini bahwa bursa tahun depan akan sangat baik, saya ingat harga saham BUMI waktu itu (tahun 2007) telah mencapai 8.000 an, ada beberapa pengamat yang sangat pede mematok target price di angka 18.000!, sedangkan saham BUMI di kuartal III tahun 2009 sempat anjlok mencapai nilai 450! Bayangkan saja berapa besar kerugian para MI yang sebagian besar portfolio saham mereka ditaruh dalam grup bakrie  -_-
Jika terjadi kenaikan/return kelolaan reksadana saham, lebih karena strategi buy and hold yang dilakukan oleh para MI bukan karena kepiawaian mereka dalam memilih market timing, dan hanya MI yang mempunyai capital yang besarlah yang mampu untuk menghasilkan return yang lumayan, dengan Lanjutkan membaca “Prospek Investasi Reksadana Saham 2011”

Kok mahal amat sih harga rumah ini?

Pernahkan anda berpikir, ketika anda yang sedang mencari rumah baru apalagi pasangan yang baru married, window shopping ke berbagai pengembang menjadi suatu keharusan, tetapi anda dapati di berbagai pengembang, kisaran harga jual yang dipasang oleh pengembang perumahan berbeda-beda, padahal lokasinya tidak jauh beda, sama-sama pinggir jalan, masih satu kelurahan lagi, why?

Mungkin ini bisa menjawab pertanyaan anda
1. Besarnya nilai akuisisi tanah oleh developer/pengembang
Suatu keuntungan tersendiri jika developer bisa mendapatkan tanah lokasi   proyek tersebut dengan harga yang murah, hal ini bisa disebabkan karena harga perolehan pada saat itu memang masih murah misalnya Rp 50 rb/m2 karena telah dikuasai sejak lama oleh perusahaan/developer/pengurus perusahaan tersebut, dibandingkan jika developer tersebut membelinya ketika harganya sudah agak naik sedikit, misalnya harga th 90 sebesar Rp 50 rb/m2 di tahun 2001 bisa jadi sudah naik jadi Rp 80 rb/m2
2. Pemanfaatan fasilitas kredit bank
Bisa menjadi hal yang signifikan jika pengembang memanfaatkan fasilitas pembiayaan bank untuk membiayai tanah lokasi proyek tersebut (biasanya untuk perumahan RSH), karena adanya biaya bunga bank yang menyebabkan pengembang wajib menaikkan nilai tanah matang tersebut, disamping biaya pematangan lahan.
3. Negosiasi dengan pemilik tanah
Kasus ini terjadi jika tanah tersebut bukan merupakan milik pengembang, tetapi milik pihak kedua (pemilik tanah), yang mana sebagian besar pemilik tanah pastinya menginginkan pembayaran tanah tersebut dengan cash atau cash bertahap. Pengembang yang cerdik harusnya mampu meyakinkan pemilik tanah untuk dilakukan pembayaran berdasarkan skema standing instruction (SI) yaitu perintah langsung kepada bank untuk membayar sebagian porsi akad KPR tersebut kepada pemilik tanah, jadi istilahnya berdasarkan realisasi akad KPR, tentunya agar tiap-tiap pihak tidak ada yang dirugikan perlu dibuatkan perjanjian kerjasama (PKS) notariil antara pengembang dengan pemilik tanah dan juga dibuatkan standing instruction (SI) yang antara pemilik tanah dan developer yang diketahui oleh pihak Bank. Lanjutkan membaca “Kok mahal amat sih harga rumah ini?”

Strategi Aktif Dan Pasif Dalam Investasi Saham Untuk Mendapat Keuntungan/Gains Maksimal

strategi Pictures, Images and Photos

Berikut ini adalah merupakan pilihan-pilihan teknik strategi yang dapat dilakukan oleh para investor terhadap kegiatan berinvestasi saham :

1. Strategi Aktif Melalui Teknik Pemilihan Sekuritas

Sebelum membeli suatu saham sebaiknya dilakukan seleksi terhadap saham-saham yang ada di bursa pasar modal. Anda dapat mencari berbagai informasi langsung yang ada dan cukup dari sumber-sumber yang dapat dipercaya atau dapat menyerahkan sepenuhnya pada perusahaan sekuritas. Cara lainnya adalah dengan meramalkan atau memprediksi kondisi suatu saham perusahaan di masa depan, melakukan evaluasi suatu kondisi saham yang telah lalu serta menghitung keuntungan yang kira-kira akan didapat dari saham yang akan kita miliki.

Dalam memilih saham yang akan dipilih, dapat melakukan cara atau teknik analisis dan analisis fundamental :

1.1 Teknik Analisis

Teknik analisis adalah teknik yang memperhatikan dan menganalisa fluktuasi harga saham yang membentuk trend dengan melihatnya secara individu dan keseluruhan saham pada pasar modal. Cara ini memang tidak dapat menebak pergerakan harga dengan tepat, namun cukup membantu dalam mengambil keputusan. Lanjutkan membaca “Strategi Aktif Dan Pasif Dalam Investasi Saham Untuk Mendapat Keuntungan/Gains Maksimal”

Analisa Fundamental Saham-PBV Ratio

Rasio ini adalah perhitungan/perbandingan antara market value (harga pasar) dengan book value (nilai buku) suatu saham.

Cara menghitung PBV:
Market Value (harga/nilai pasar) dibagi dengan book value (harga/nilai buku)
Rasio analisis ini berfungsi melengkapi analisis book value. Jika pada analisis book value, investor hanya mengetahui kapasitas per lembar dari nilai saham, pada rasio PBV, investor dapat membandingkan langsung book value dari suatu saham dengan market valuenya. Dengan rasio PBV investor dapat mengetahui langsung sudah berapa kali market value suatu saham dihargai dari book valuenya.
Setelah mendapatkan rasio PBV, investor dapat membandingkanlangsung rasio ini dengan saham-saham di industrinya atau yang bergerak di sektor ekonomi yang sama. Dengan demikian investor akan mendapat gambaran mengenai harga suatu saham, apakah market value saham tersebut sudah relatif mahal atau ternyata masih murah.
Memang tidak ada ukuran pasti mahal tidaknya suatu harga saham jika diukur dari rasio PBV-nya karena hal ini sangat tergantung pada ekspektasi dan kinerja perusahaan/saham tersebut. Tapi, paling tidak rasio ini dapat memberikan gambaran potensi pergerakan harga suatu saham. Maksudnya adalah jika suatu saham yang berkinerja baik ternyata PBV-nya masih rendah dibandingkan dengan rata-rata PBV saham disektornya, harga saham tersebut masih memiliki potensi untuk naik, demikian pula sebaliknya. Lanjutkan membaca “Analisa Fundamental Saham-PBV Ratio”

Analisa Fundamental Saham-PER

Ini merupakan rasio yang digunakan untuk menghitung tingkat pengembalian modal yang diinvestasikan pada suatu saham atau menghitung kemampuan suatu saham dalam menghasilkan laba.

Cara menghitung PER
Market value /EPS
Tujuan dari metode analisis ini adalah untuk memprediksi kapan atau berapa kali laba yang dihasilkan perusahaan dibandingkan dengan harga sahamnya pada periode tertentu. Metode ini bisa juga dipakai untuk memperkirakan jangka waktu pengembalian modal investasi yang telah/akan ditanamkan pada suatu saham Lanjutkan membaca “Analisa Fundamental Saham-PER”

Jenis Perdagangan di Bursa Efek

Perdagangan dibagi ke dalam 3 segmen pasar yaitu

  1. Reguler trading, yang dipilih oleh investor utuk memperoleh harga yang terbaik, karena harga pada pasar reguler dibentuk sesuai dengan mekanisme pasar (continous auction market)
  2. Non reguler trading, dipilih oleh investor yang ingin membeli dan menjual efek dalam jumlah dan harga sesuai dengan keinginan mereka. Non regular trading tidak melakukan tawar-menawar seperti paa regular trading (negotiated system). Perdagangan dilaksanakan pada papan dan harga yangterpisahkan dan ditentukan sesuai dengan harga terakhir perdagangan regular

Non regular trading antara lain:

1) Block trading , perdagangan dalam jumlah besar antara anggota bursa dalam jumlah minimum 200.000 saham

2) Crossing atau perdagangan tutup sendiri, dilaksanakan oleh anggota bursa yang memiliki order jual dan order beli pada harga dan jumlah yang sama dengan cara melampirkan copy bukti pesanan dari nasabahnya Lanjutkan membaca “Jenis Perdagangan di Bursa Efek”