Metode CAMPARI & ICE Dalam Analisa Kredit

November 8, 2009 Andri 2 comments

Metode ini belum lazim dipergunakan di Indonesia, mengingat umumnya pendekatan yang sering dipakai dalam menganalisa kelayakan pinjaman masih banyak menggunakan 5P/6P dan 3P/2R, secara umum pendekatan CAMPARI& ICE dapat dijabarkan sebagai berikut:

CAMPARI (Character, Ability, Means, Purpose, Amount, Repayment, Insurance)

1. Character

Bank harus mendapatkan nasabah yang memiliki karakter yang baik dan dapat dipercaya

2. Ability

Bagaimanakah kemampuan debitur dalam menjalankan bisnisnya? bagaimanakah track record-nya?

3. Means

Apakah aset-aset yang dimiliki oleh debitur terkait dengan pengajuan permohonan kreditnya ?

4. Purpose

Apakah tujuan penggunaan kreditnya? Read more…

Blue Ocean Strategy

November 4, 2009 Andri Leave a comment

Konsep dasar Blue Ocean Strategy adalah Value Innovation. Bagaimana kita mengalihkan diri dari persaingan di Red Ocean yang sangat kompetitive dan berdarah, menuju pada Blue Ocean yang membuat kompetisi jadi tidak relevan lagi.Value Innovation tidak selalu berupa inovasi teknologi, tetapi berupa inovasi untuk peningkatan keuntungan pelanggan yang disesuaikan dengan harga jual dan biaya.Setiap strategi selalu mempunyai resiko yang harus diperhitungkan dengan seksama. Formulasi dan eksekusi BOS haruslah dilakukan dengan tepat dan cermat.

Prinsip Formulasi Strategi:

  • Merubah batas market, menciptakan market space baru. (memudahkan pencarian)
  • Fokus pada “big picture” (planning)
  • Menjangkau diluar market demand yang ada (pengembangan)
  • Strategic sequence yang benar (pembentukan business model)

Prinsip Eksekusi:

  • Atasi hambatan didalam organisasi
  • Satukan eksekusi dalam strategi

The Four Actions Framework Read more…

Categories: Marketing Tags: ,

Pembiayaan Dengan Prinsip Syariah

November 4, 2009 Andri Leave a comment

Pemberian kredit pada bank konvensional dalam meminjamkan uang kepada yang membutuhkan dan mengambil bagian keuntungan berupa bunga dan provisi dengan cara membungakan uang yang dipinjamnkan tersebut.

Prinsip syariah meniadakan transaksi semacam ini dan mengubahnya menjadi pembiayaan, dimana bank tidak meninjamkan sejumlah uang pada nasabah, tetapi membiayai proyek keperluan nasabah. Dalam hal ini bank berfungsi sebagai intermediasi uang tanpa meminjamkan uang dan membungakan uang tersebut. Sebagai gantinya, pembiayaan usaha nasabah tersebut dapat dilakukan dengan cara membelikan barang yang dibutuhkan nasabah, lalu bank menjual kembali pada nasabah, atau dapat pula dengan cara bank mengikutsertakan modal dalam usaha nasabah.

Lazimnya dalam bisnis syariah, ada tiga pihak yang melakukan akad pada bank syariah, yaitu sebagai berikut:

  1. Bagi hasil atau syirkah (Profit Sharing)

Fasilitas pembiayaan yang disediakan disini berupa uang tunai atau barang yang dinilai dengan uang. Jika dilihat dari sisi jumlah, Bank Syariah dapat menyediakan seratus persen (bank konvensional tidak mungkin seratus persen) dari modal yang diperlukan, ataupun dapat pula hanya sebagian saja berupa patungan antarbank dengan pengusaha (nasabah). Jika dilihat dari sisi bagi hasilnya, ada dua jenis bagi hasil (tergantung kesepakatan), yaitu revenue sharing atau profit sharing. Sementara itu, dalam hal persentase bagi hasilnya dikenal dengan nisbah, yang dapat disepakati antara bank dengan nasabah yang mendapat fasilitas pembiayaan pada saat kredit. Read more…

Kartu Kredit Syariah

October 8, 2009 Andri Leave a comment

Kegiatan belanja masa kini pada era cashless. Kartu debit maupun kartu kredit menjembatani transaksi belanja, sehingga pembelanja tidak direpotkan dengan membawa uang tunai. Khusus bisnis kartu kredit di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah kartu yang beredar saat ini mencapai lebih dari 10 juta kartu yang diterbitkan oleh 21 bank dan lembaga pembiayaan. Nilai transaksinya pun juga mengalami peningkatan yang cukup tinggi, yakni telah mencapai lebih dari Rp 80 trilyun.

Perkembangan kartu kredit yang pesat tersebut merupakan bukti adanya kebutuhan masyarakat terhadap sistem pembayaran yang lebih mudah, terutama pada situasi yang membutuhkan pembayaran yang mendesak,. Namun demikian penggunaan yang tinggi juga ditengarai sebagai perubahan gaya hidup yang mendorong masyarakat untuk lebih memanfaatkan vaue uang dalam bentuk yang lebih rekreatif dan konsumtif.

Bagi sebagian masyarakat, penggunaan kartu kredit sebagai kartu pembayaran dan segera dilunasi sebelum jatuh tempo untuk menghindari bunga, baik karena besarnya bunga dinilai terlalu tinggi ataupun karena secara keyakinan bunga adalah hal yang harus dihindari. Sebuah bank syariah BUMN telah menerbitkan yang secara fungsional dapat digunakan sebagai kartu kredit namun berbasis syariah yang disebut HASANAH CARD dengan menggandeng provider Master Card International. Read more…

Bahaya Kartu Kredit

October 7, 2009 Andri Leave a comment

Kartu kredit dapat menjadi hal yang baik dan juga hal buruk, hal yang buruknya adalah jika anda tidak bisa membayar tagihan bulanan dengan tepat waktu maka ada akan dikenakan bunga dan juga denda yang perhitungannya bunga tersebut akan ditambahkan kepokok kredit kemudian dibungakan lagi sehingga istilahnya adalah bunga-berbunga,

dengan adanya kartu kredit anda akan lebih konsumtif, karena banyak kartu kredit yang mensyaratkan minimum payment paling tidak Rp 50 ribu sehingga kita terdorong berbelanja barang-barang yang belum tentu kita butuhkan, karena terdorong promo salah satunya, dengan kartu kredit anda juga akan berisiko kehilangan nama baik jika anda ngemplang pembayarannya sehingga pihak bank penerbit kartu kredit akan mengirimkan debt collector untuk menagih tunggakan kartu kredit anda dengan segala cara yang mungkin anda tidak akan sukai, apakah itu melalui penagihan langsung kerumah melalui ancaman, ataukah melalui telepon ke kantor anda sehingga teman-teman anda mengetahui bahwa anda sedang terlibat masalah hutang, kalau anda sudah tidak mampu membayar tunggakan tersebut maka kredibilitas anda akan turun, orang-orang akan enggan memberikan hutang kepada anda, karena dianggap tidak kredibel.

Bagaimana , dengan adanya penjelasan saya tersebut, apakah anda masih ingin memiliki kartu kredit?

Perencanaan Keuangan Pribadi (Bag.1)

September 13, 2009 Andri Leave a comment

Perencanaan keuangan (Financial Planning) memang suatu hal yang cukup baru di negara Indonesia, terbukti “pemain” dibidang ini memang belum begitu banyak, yang populer misalnya adalah Safir Senduk dengan Biro Perencanaan Keuangan, ada pula Ligwina Hananto, dimana saya juga pernah mengikuti seminar yang dibawakan oleh beliau dimana pendekatan yang digunakan sangat menarik dengan bahasa yang informal, serta ada juga pemain baru seperti Adler Manurung, dimana sebagai salah satu analis pasar modal yang ternama beliau juga mempunyai sertifikasi dibidang perencanaan keuangan.

Sebenarnya apa sih intinya dari financial planning tersebut? menurut pendapat pribadi saya dan juga dari beberapa buku dan seminar yang pernah saya ikuti, ada beberapa hal yang menarik diantaranya adalah:

1. Self Assessment, maksudnya adalah kita harus mengetahui kondisi keuangan pribadi kita dengan cara menghitung secara rinci pengeluaran rutin maupun non rutin bulanan kita serta pendapatan rutin maupun non rutin yang kita punyai serta tujuan keuangan yang akan kita tetapkan dalam jangka pendek maupun jangka panjang

2. Dari data diatas maka dapat dilihat portret singkat keuangan pribadi kita, apakah surplus, minus maupun mepet-mepet. Read more…

Overview Reksadana 2009

August 16, 2009 Andri 2 comments

Tak terasa sudah setahun berlalu sejak efek subprime mortgage crisis menghantam negeri yang kita cintai ini, dimana dampaknya terhadap reksadana-reksadana sangat massif dan mengerikan terutama bagi mereka yang memegang portfolio reksadana saham dimana sepanjang tahun 2008 terjadi penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB)  sebesar 45%, reksadana campuran (campuran saham dan obligasi) tidak kalah sialnya yaitu turun sebesar 38%, reksadana yang “cukup tahan banting” terhadap krisis ini adalah reksadana pendapatan tetap dan tentu saja reksadana terproteksi yang memberikan proteksi terhadap Nilai pokok reksadana.

Mengapa Terjadi Penurunan Nilai Yang Cukup Signifikan Terhadap Reksadana Saham ?

Terjadinya penurunan nilai terhadap reksadana saham dikarenakan banyaknya manajer investasi yang mengambil portofolio di saham-saham Bakrie (Bakrie 7) yaitu diantaranya Bumi Resources (BUMI), Bakrieland Development (ELTY), Bakrie and Brothers (BNBR), Bakrie Sumatra Plantations (UNSP), dan Bakrie Telecomm (BTEL). Saham BUMI boleh dibilang adalah saham sejuta umat, hampir semua manajer investasi memiliki Read more…

Kiat Bebas dari Jeratan Hutang

August 16, 2009 Andri Leave a comment

Hutang terkadang menjadi sesuatu yang tidak terelakkan, tetapi ketika hutang tersebut memberatkan cash flow yang berhutang, maka hutang bisa menjadi sebuah malapetaka. Berdasarkan pengalaman saya, banyak sekali teman-teman atau kerabat saya yang menjadi korban lilitan hutang, mulai dari level pelaksana hingga pejabat.

Level pelaksana terbelit hutang? Tidak begitu mengherankan. Tetapi ketika banyaknya level-level manajerial yang juga terbelit hutang, hal ini menimbulkan tanda tanya untuk saya pribadi. Logikanya, bukankah mereka mempunyai penghasilan yang lebih besar daripada anak buahnya? Untuk apa uang tersebut dipergunakan? Bagaimanakah alokasi gaji mereka setiap bulannya, dipergunakan untuk apa saja uang itu? Apakah mereka tertimpa musibah sehingga mengeluarkan biaya yang cukup besar, sehingga mereka terpaksa berhutang? WHY? Read more…

Mengenal Konsep Fidusia

July 13, 2009 Andri Leave a comment

Fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda. Jaminan fidusia adalah hak jaminan atas benda bergerak baik yang berwujud maupun tidak berwujud dan benda tidak bergerak khususnya Bangunan yang tidak dapat dibebani hak tanggungan sebagaimana dimaksud dalam UU No.4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan yang tetap berada di dalam penguasaan Pemberi Fidusia, sebagai agunan bagi pelunasan uang tertentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada Penerima Fidusia terhadap kreditor lainnya.

Pembebanan Benda Jaminan

  1. Benda jaminan fidusia dapat dibebankan berkali-kali kepada kreditur yang berbeda

  2. Jaminan fidusia dapat diberikan kepada lebih dari satu Penerima Fidusia atau Kuasa/ Wakil Penerima Fidusia, dalam rangka pemberian kredit konsorsium Read more…

Categories: Perbankan Tags: , ,

Strategi Investasi Unit Link

July 6, 2009 Andri 2 comments

Berikut adalah beberapa strategi untuk memaksimalkan return anda di Unit Link sesuai dengan profil risiko anda

  • Kenali profil risiko anda, apakah anda bertipe, menyukai risiko (risk taker), menghindari risiko (risk averted), atau profil risiko moderat (antara risk taker dan risk averted)
  • Pilih premium mode yang sesuai dengan profil risiko anda, sebagai contoh untuk nasabah dengan karakter tidak kuat menanggung risiko (risk averted) dapat memilih top up premi secara reguler.
  • Pilih alokasi dana yang sesuai dengan profil risiko anda, terdapat berbagai pilihan investasi sesuai dengan berbagai profil risiko nasabah.
  • Cermati perkembangan pasar modal untuk memaksimalkan fitur switch dana sesuai dengan kondisi ekonomi negara yang bersangkutan. Read more…