Rasio ini adalah perhitungan/perbandingan antara market value (harga pasar) dengan book value (nilai buku) suatu saham.
Cara menghitung PBV:
Market Value (harga/nilai pasar) dibagi dengan book value (harga/nilai buku)
Rasio analisis ini berfungsi melengkapi analisis book value. Jika pada analisis book value, investor hanya mengetahui kapasitas per lembar dari nilai saham, pada rasio PBV, investor dapat membandingkan langsung book value dari suatu saham dengan market valuenya. Dengan rasio PBV investor dapat mengetahui langsung sudah berapa kali market value suatu saham dihargai dari book valuenya.
Setelah mendapatkan rasio PBV, investor dapat membandingkanlangsung rasio ini dengan saham-saham di industrinya atau yang bergerak di sektor ekonomi yang sama. Dengan demikian investor akan mendapat gambaran mengenai harga suatu saham, apakah market value saham tersebut sudah relatif mahal atau ternyata masih murah.
Memang tidak ada ukuran pasti mahal tidaknya suatu harga saham jika diukur dari rasio PBV-nya karena hal ini sangat tergantung pada ekspektasi dan kinerja perusahaan/saham tersebut. Tapi, paling tidak rasio ini dapat memberikan gambaran potensi pergerakan harga suatu saham. Maksudnya adalah jika suatu saham yang berkinerja baik ternyata PBV-nya masih rendah dibandingkan dengan rata-rata PBV saham disektornya, harga saham tersebut masih memiliki potensi untuk naik, demikian pula sebaliknya. (more…)
Analisa Fundamental Saham-PBV Ratio January 22, 2010
Analisa Fundamental Saham-PER January 22, 2010
Ini merupakan rasio yang digunakan untuk menghitung tingkat pengembalian modal yang diinvestasikan pada suatu saham atau menghitung kemampuan suatu saham dalam menghasilkan laba
Cara menghitung PER
Market value /EPS
Tujuan dari metode analisis ini adalah untuk memprediksi kapan atau berapa kali laba yang dihasilkan perusahaan dibandingkan dengan harga sahamnya pada periode tertentu. Metode ini bisa juga dipakai untuk memperkirakan jangka waktu pengembalian modal investasi yang telah/akan ditanamkan pada suatu saham (more…)
Analisa Kredit Korporasi January 21, 2010
Pada saat bank menawarkan fasilitas kredit kepada nasabah korporat, bank harus mempertimbangkan kemampuan perusahaan dalam membayar kembali kredit tersebut. Pendekatan tradisional memfokuskan analisis pada kinerja finansial perusahaan. Hal ini disebut analisis kredit
Teknik yang dipakai dalam melakukan analisis kredit berasal (more…)
Pentingnya Sebuah Cita-cita December 13, 2009
Ketika kita masih kecil kita seringkali kita sangat spontan ketika ditanya “kalau nanti udah gede mau jadi apa?” jawabannya lugas yaitu dokter, insinyur, presiden, tetapi ketika kita sudah beranjak dewasa ketika kita ditanya “ingin menjadi apakah anda 5 atau 10 tahun mendatang” seringkali kita berbenturan dengan banyaknya pertimbangan atau logika-logika, yang pada akhirnya jawaban-jawaban yang kita berikan seringkali “tidak jelas” seperti “yaa tergantung nanti lah”, “hidup mah gak usah dipikirin, jalanin aja” atau yang lebih pasrah adalah “mengalir aja lah”, jawaban tersebut dapat dipahami mungkin saja berdasarkan pengalaman hidup yang ia alami ia sering merasa kalau menetapkan target tinggi takut tidak tercapai sehingga kecewa kemudian, makanya gak usah pake target aja biar nanti gak kecewa kalau tidak mencapainya?!,
Pentingnya sebuah cita-cita yaitu sebagai gambaran kemanakah kita harus melangkah, sehingga tujuan kita akan tercapai, sebuah cita-cita yang baik harus mempunyai action plan yang terukur dan bersifat fleksibel, ingat prinsip SMART (Specific-Measurable-Achievable-Realistic-Time Bound) dimana sebuah cita-cita harus bersifat spesifik, dapat diukur, dapat dicapai oleh standar yang kita inginkan, realistis artinya bukan hal yang mustahil untuk dicapai serta mempunyai batasan waktu.
Dengan adanya sebuah cita-cita maka tindakan kita akan semakin terarah sesuai dengan tujuan yang kita inginkan sehingga tujuan hidup kita menjadi jelas.
Metode CAMPARI & ICE Dalam Analisa Kredit November 8, 2009
Metode ini belum lazim dipergunakan di Indonesia, mengingat umumnya pendekatan yang sering dipakai dalam menganalisa kelayakan pinjaman masih banyak menggunakan 5P/6P dan 3P/2R, secara umum pendekatan CAMPARI& ICE dapat dijabarkan sebagai berikut:
CAMPARI (Character, Ability, Means, Purpose, Amount, Repayment, Insurance)
1. Character
Bank harus mendapatkan nasabah yang memiliki karakter yang baik dan dapat dipercaya
2. Ability
Bagaimanakah kemampuan debitur dalam menjalankan bisnisnya? bagaimanakah track record-nya?
3. Means
Apakah aset-aset yang dimiliki oleh debitur terkait dengan pengajuan permohonan kreditnya ?
4. Purpose
Apakah tujuan penggunaan kreditnya? (more…)
Blue Ocean Strategy November 4, 2009
Konsep dasar Blue Ocean Strategy adalah Value Innovation. Bagaimana kita mengalihkan diri dari persaingan di Red Ocean yang sangat kompetitive dan berdarah, menuju pada Blue Ocean yang membuat kompetisi jadi tidak relevan lagi.Value Innovation tidak selalu berupa inovasi teknologi, tetapi berupa inovasi untuk peningkatan keuntungan pelanggan yang disesuaikan dengan harga jual dan biaya.Setiap strategi selalu mempunyai resiko yang harus diperhitungkan dengan seksama. Formulasi dan eksekusi BOS haruslah dilakukan dengan tepat dan cermat.
Prinsip Formulasi Strategi:
- Merubah batas market, menciptakan market space baru. (memudahkan pencarian)
- Fokus pada “big picture” (planning)
- Menjangkau diluar market demand yang ada (pengembangan)
- Strategic sequence yang benar (pembentukan business model)
Prinsip Eksekusi:
- Atasi hambatan didalam organisasi
- Satukan eksekusi dalam strategi
The Four Actions Framework (more…)
Pembiayaan Dengan Prinsip Syariah November 4, 2009
Pemberian kredit pada bank konvensional dalam meminjamkan uang kepada yang membutuhkan dan mengambil bagian keuntungan berupa bunga dan provisi dengan cara membungakan uang yang dipinjamnkan tersebut.
Prinsip syariah meniadakan transaksi semacam ini dan mengubahnya menjadi pembiayaan, dimana bank tidak meninjamkan sejumlah uang pada nasabah, tetapi membiayai proyek keperluan nasabah. Dalam hal ini bank berfungsi sebagai intermediasi uang tanpa meminjamkan uang dan membungakan uang tersebut. Sebagai gantinya, pembiayaan usaha nasabah tersebut dapat dilakukan dengan cara membelikan barang yang dibutuhkan nasabah, lalu bank menjual kembali pada nasabah, atau dapat pula dengan cara bank mengikutsertakan modal dalam usaha nasabah.
Lazimnya dalam bisnis syariah, ada tiga pihak yang melakukan akad pada bank syariah, yaitu sebagai berikut:
- Bagi hasil atau syirkah (Profit Sharing)
Fasilitas pembiayaan yang disediakan disini berupa uang tunai atau barang yang dinilai dengan uang. Jika dilihat dari sisi jumlah, Bank Syariah dapat menyediakan seratus persen (bank konvensional tidak mungkin seratus persen) dari modal yang diperlukan, ataupun dapat pula hanya sebagian saja berupa patungan antarbank dengan pengusaha (nasabah). Jika dilihat dari sisi bagi hasilnya, ada dua jenis bagi hasil (tergantung kesepakatan), yaitu revenue sharing atau profit sharing. Sementara itu, dalam hal persentase bagi hasilnya dikenal dengan nisbah, yang dapat disepakati antara bank dengan nasabah yang mendapat fasilitas pembiayaan pada saat kredit. (more…)
Kartu Kredit Syariah October 8, 2009
Kegiatan belanja masa kini pada era cashless. Kartu debit maupun kartu kredit menjembatani transaksi belanja, sehingga pembelanja tidak direpotkan dengan membawa uang tunai. Khusus bisnis kartu kredit di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah kartu yang beredar saat ini mencapai lebih dari 10 juta kartu yang diterbitkan oleh 21 bank dan lembaga pembiayaan. Nilai transaksinya pun juga mengalami peningkatan yang cukup tinggi, yakni telah mencapai lebih dari Rp 80 trilyun.
Perkembangan kartu kredit yang pesat tersebut merupakan bukti adanya kebutuhan masyarakat terhadap sistem pembayaran yang lebih mudah, terutama pada situasi yang membutuhkan pembayaran yang mendesak,. Namun demikian penggunaan yang tinggi juga ditengarai sebagai perubahan gaya hidup yang mendorong masyarakat untuk lebih memanfaatkan vaue uang dalam bentuk yang lebih rekreatif dan konsumtif.
Bagi sebagian masyarakat, penggunaan kartu kredit sebagai kartu pembayaran dan segera dilunasi sebelum jatuh tempo untuk menghindari bunga, baik karena besarnya bunga dinilai terlalu tinggi ataupun karena secara keyakinan bunga adalah hal yang harus dihindari. Sebuah bank syariah BUMN telah menerbitkan yang secara fungsional dapat digunakan sebagai kartu kredit namun berbasis syariah yang disebut HASANAH CARD dengan menggandeng provider Master Card International. (more…)
Bahaya Kartu Kredit October 7, 2009
Kartu kredit dapat menjadi hal yang baik dan juga hal buruk, hal yang buruknya adalah jika anda tidak bisa membayar tagihan bulanan dengan tepat waktu maka ada akan dikenakan bunga dan juga denda yang perhitungannya bunga tersebut akan ditambahkan kepokok kredit kemudian dibungakan lagi sehingga istilahnya adalah bunga-berbunga,
dengan adanya kartu kredit anda akan lebih konsumtif, karena banyak kartu kredit yang mensyaratkan minimum payment paling tidak Rp 50 ribu sehingga kita terdorong berbelanja barang-barang yang belum tentu kita butuhkan, karena terdorong promo salah satunya, dengan kartu kredit anda juga akan berisiko kehilangan nama baik jika anda ngemplang pembayarannya sehingga pihak bank penerbit kartu kredit akan mengirimkan debt collector untuk menagih tunggakan kartu kredit anda dengan segala cara yang mungkin anda tidak akan sukai, apakah itu melalui penagihan langsung kerumah melalui ancaman, ataukah melalui telepon ke kantor anda sehingga teman-teman anda mengetahui bahwa anda sedang terlibat masalah hutang, kalau anda sudah tidak mampu membayar tunggakan tersebut maka kredibilitas anda akan turun, orang-orang akan enggan memberikan hutang kepada anda, karena dianggap tidak kredibel.
Bagaimana , dengan adanya penjelasan saya tersebut, apakah anda masih ingin memiliki kartu kredit?
Perencanaan Keuangan Pribadi (Bag.1) September 13, 2009
Perencanaan keuangan (Financial Planning) memang suatu hal yang cukup baru di negara Indonesia, terbukti “pemain” dibidang ini memang belum begitu banyak, yang populer misalnya adalah Safir Senduk dengan Biro Perencanaan Keuangan, ada pula Ligwina Hananto, dimana saya juga pernah mengikuti seminar yang dibawakan oleh beliau dimana pendekatan yang digunakan sangat menarik dengan bahasa yang informal, serta ada juga pemain baru seperti Adler Manurung, dimana sebagai salah satu analis pasar modal yang ternama beliau juga mempunyai sertifikasi dibidang perencanaan keuangan.
Sebenarnya apa sih intinya dari financial planning tersebut? menurut pendapat pribadi saya dan juga dari beberapa buku dan seminar yang pernah saya ikuti, ada beberapa hal yang menarik diantaranya adalah:
1. Self Assessment, maksudnya adalah kita harus mengetahui kondisi keuangan pribadi kita dengan cara menghitung secara rinci pengeluaran rutin maupun non rutin bulanan kita serta pendapatan rutin maupun non rutin yang kita punyai serta tujuan keuangan yang akan kita tetapkan dalam jangka pendek maupun jangka panjang
2. Dari data diatas maka dapat dilihat portret singkat keuangan pribadi kita, apakah surplus, minus maupun mepet-mepet. (more…)